Pengertian dan Perbedaan IP Address IPv4 dan IPv6

Pengertian lengkap IP Address IPv4 dan IPv6 , IP Address pada sebuah jaringan komputer merupakan sesuatu hal yang tergolong kedalam kategori yang sangat penting, pasalnya setiap perangkat komputer yanng sudah terkoneksi pada sebuah jaringan sudah dapat dipastikan mempunyai sebuah alamat IP yang digunakan sebagai identitasnya, dan salah satu contoh penggunaan IP Address pada sebuah komputer adalah 192.168.1.2.

Dalam istilah lainnya IP Address juga sering dikenal sebagai internet protokol, pada sebuah pengalamatan IP Address juga telah dikenal dengan empat bagian titik yang dikenal sebagai Dotted Squad . Secara konsep yang sederhananya alamat ip dapat diartikan sebagai suatu rangkaian angka - angka biner yang mempunyai sebuah karakter yang unik dengan tujuan awalnya dapat digunakan sebagai suatu media untuk mengidentifikasi perangkat komputer pada TCP / IP.

Didalam sebuah ip address sendiri sampai saat ini terdapat dua jenis alamat ip yang dikenal sebagai alamat IP publik dan Alamat IP private, sedangkan untuk versi IP address ini dibagi kedalam 2 versi juga yakni IPv4 dan IPv6.

Baca Juga :


Pengertian lengkap IP Address IPv4 dan IPv6


PENGERTIAN ALAMAT IPv4 dan IPv6


IPv4

Jenis IPv4 ini pertama digunakan pada tahun 1981, hingga sampai saat ini IPv4 masih menjadi metode yang sangat sering digunakan didalam sebuah jaringan computer, Hal yang melatar belakangi IPv4 ini menjadi pavorit dikarenakan bisa mendukung hampir semua jenis perangkat komputer bahkan sampai saat ini yang notaben perangkatnya sudah lebih canggih dari perangkat – perangkat jaringan sebelumnya.

Alamat IPv4 ini terdiri dari 4 macam byte atau bisa juga disebut denngan istilah 32Bit, sekitar tahun 1990 sudah dilakukan sebuah simulasi jika pada alamat IPv4 akan mencapai suatu titik jenuh dimana masa itu yang akan melumpuhkan pamor dari alamat IPv4 ini

IPv6

Hal ini benar – benar terbukti , Pada tahun 1996, IPv4 pun mulai goyah dan memang secara statistiknya sudah mulai tergeser oleh lahirnya jeni IP generasi baru yakni IPv6 yang mempunyai type 16Byte atau bisa disetarakan dengan 128Bit.

Sebuah alamat IP memang diciptakan serta dirancang untuk bisa digunakan pada sebuah perangkat computer dimana tujuan awal dibentuknya IP address ini agar perangkat computer bisa melakukan  suatu komunikasi dengan perangkat lain melalui jaringan internet maupun intranet.Selain itu juga sebuah IP Address sangat memungkinkan jutaan atau bahkan dengan jumlah milyaran perangkat digital dapat terkoneksi dengan baik pada jaringan internet serta telah diidentifikasikan satu sama lainnya. Didalam sebuah pengertian yang sama bahwa memang dibutuhkan untuk seserorang sebuah alamat yang anda miliki untuk bisa melakukan aktivitas pengiriman sbuah surat ke alamat anda.

Baca Juga :


Begitu juga dengan sebuah perangkat komputer yang memang membutuhkan suatu alamat guna untuk melakukan komunikasi dengan perangkat komputer lainnya.
IP atau sinngkatan dari Internet Protokol merupakan sebuah aturan standar yang mempunyai wewenang untuk mengatur sebuah aktivitas dalam berinternet serta mempunyai tugas untuk bisa memfasilitasi penyelesaian berbagai aktivitas pada www “world Wide Web”, maka oleh karena itulah sebuah alamat IP merupakan bagian yang memang sistematis untuk ditata dalam sebuah jaringan  interkoneksi dimana bisa melakuakn sebuah pengaturan komunikasi secara online dengan mengidentifikasi antara kedua perangkat sebelum memulai dan melakukan aktivitas lainnya pada jaringan internet, sehingga dalam konteks ini sangat memungkinkan kedua perangkat tersebut dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya.


Perbedaan IPv4 dengan IPv6

1. Segi Mobilitas

  • IPv4
    Mempunyai suatu dukungan untuk mobilitas yang dibatasi oleh kemampuan roaming disaat akan beralih dari satu jaringan ke jaringan yang lain. 
  • IPv6
    Dapat memenuhi semua kebutuhan mobilitas dengan ukuran yang cukup tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan yang lainnya, sementara yang lain masih mempertahankan kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan sebuah aplikasi.

2. Segi Routing

  • IPv4 
    Kinerja dari routing secara signifikan akan mengalami penurunan dengan ukuran pertumbuhan tabel routing. Penyebab utama dari masalah ini adalah pemeriksaan sundulan MTU di setiap router dan hop switch. 
  • IPv6 
    Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

3. Segi Fitur

  • IPv4 
    jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas yaitu 4.294.967.296 atau lebih dari 4 miliar alamat IP saja. NAT hanya mampu memperlambat penggunaan tak berujung jumlah alamat IPv4, tapi tetap saja, karena pada dasarnya IPv4 menggunakan 32 bit sehingga tidak mengimbangi pertumbuhan dunia internet.
  • IPv6 
    Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10 ^ 38 alamat IP yang unik. Sebuah jumlah yang sangat besar dan lebih dari cukup untuk memecahkan masalah terbatasnya jumlah alamat di IPv4 secara permanen.

4. Segi Keamanan

  • IPv4
    Meskipun umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, IPsec header tambahan pilihan fitur pada standar IPv4. 
  • IPv6
    IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam implementasi IPv6 standar.

5. Segi Fragmentasi

  • IPv4
    Forum setiap hop yang akan memperlambat kinerja dari sebuah router, sehingga proses menjadi lebih lama jika ukuran paket data melampaui batas Maximum Transmission unit (MTU), maka sudah dapat diapastikan suatu paket akan patah sebelum dipasang kembali di tempat tujuan. 
  • IPv6
    Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Selain itu, ada fitur MTU yang menentukan fragmentasi lebih tepat untuk menyesuaikan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam jaringan dari ujung ke ujung.

6. Segi Kualitas Layanan

  • IPv4
    Menggunakan sebuah mekanisme usaha terbaik untuk terlepas dari kebutuhan. 
  • IPv6
    Menggunakan tingkat terbaik dari mekanisme upaya yang menjamin kualitas layanan. kelas lalu lintas sundulan menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency yang cukup tinggi.

7. Segi Konfigurasi

  • IPv4
    Ketika sebuah host terhubung ke suatu jaringan, maka secara prosedurnya konfigurasi tersebut harus dilakukan secara manual. 
  • IPv6
    Secara default IPv6 mempunyai sebuah konfigurasi otomatis stateless dimana ketika sebuah host terhubung ke jaringan, maka konfigurasi tersebut akan dilakukan secara otomatis.


.
.

Berlangganan Artikel terbaru (free):

Post a Comment