Pengertian dan Penjelasan Subnetting Classfull dan Clasless pada Jaringan Komputer

komputerdia.com - Lama tak membahas masalah networking, di artikel kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang Subnetting Classfull dan subnetting Classless. Mungkin pembahasan ini sudah cukup lama, namun tak ada salahnya jika kita mengulas kembali untuk lebih mengenal kelas subnetting ini.

Pada intinya subnetting yaitu mengambil bit-bit dari sisi host satu alamat IP serta me-reserve atau menyimpannya untuk mendeskripsikan alamat subnet tersebut. Konsekuensinya yaitu makin sedikit jumlah bit untuk host, Jadi dengan demikian semakin banyaknya jumkah subnet, makin sedikit juga jumlah bit yang ada untuk mendeskripsikan host bit.

Baca Juga :

Pengertian dan Penjelasan Subnetting Classfull dan Clasless pada Jaringan Komputer

A. Subnetting ClassFull

Classfull merupakan pengalamatan IP yang dibagi berdasar pada kelas. Perlu kalian ketahui bahwa ada 5 kelas yang tidak sama dan itu merupakan kelas yang menentukan ukuran jaringan. Empat bit pertama dari alamat IP yang dipakai untuk mengidentifikasi kelas. Dari lima kelas A, B, C, D serta E. kelas A, B serta C dipakai untuk jaringan unicast, D untuk jaringan multicast serta E disiapkan untuk pemakaian ”masa depan”.

Bit yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas adalah sebagai berikut:

  • A = 1 bit pertama IP Address-nya“0”
  • B = 2 bit pertama IP Address-nya“10”
  • C = 3 bit pertama IP Address-nya“110”
  • D = 4 bit pertama IP Address-nya“1.110”
  • E = 4 bit pertama IP Address-nya“1.111”

Namun persoalan nampak dengan adanya arsitektur ini, kalau ukuran jaringan itu sangat besar. Hal ini sudah pasti dapat mengurangi tingkat fleksibilitasnya ini mengakibatkan pemborosan sebagian alamat. Untuk menangani masalah ini, CIDR atau Routing Inter-Domain Classless dikenalkan pada th. 1993. Berikut alamat IP dibagi jadi dua sisi, yaitu :

  • Sisi paling utama yaitu alamat jaringan yang dipakai untuk mengidentifikasi jaringan
  • Sisi yang paling penting yaitu host identifier.



Contoh Dasar : 
IP Kelas C memiliki range host 0 – 255 192. 168. 1. 0 – 192. 168. 1. 255, Bagaimana andaikan computer dikantor hanya ada 10? klo kita memakai default netmask ip kelas C 255. 255. 255. 0 jadi bakal terdapat beberapa IP yg tidak dipakai dikarenakan yang kita perlukan cuma 10 IP saja, memanglah tak ada problem dengan mengkoneksikan IP/24 itu namun apabila akan mengatur serta mengelola pastinya akan sulit lantaran kita bingung IP mana yang sudah dipakai karnadan tentunya sangat banyak. oleh karena itu dipakai CIDR yang umumnya dinotasikan dengan tanda ”/“ (Slash), hingga notasi yang dipakai/28. Maka permasalahan ini sudah bisa kita simpulkan menjadi seperti dibawah ini :
  • 192.168.1.0 /28 = range ip 192.168.1.0 – 192.168.1.15
  • 192.168.1.0 = Net ID
  • 192.168.1.15 = Broadcast
  • 192.168.1.1 – 192.168.1.14 adalah IP Available

B. Subnetting Classless

Classless dengan sederhana bisa disimpulkan " tanpa ada kelas " atau " tidak memakai kelas ". Bila dihubungkan dengan pengalamatan IP, pengalamatan IP classless bisa disimpulkan jadi " pengalamatan IP tanpa mengetahui kelas " dengan cara memakai Classless-Inter Domain Rouing (CIDR) atau dapat juga di kenal dengan arti panjang prefiks. Format pengalamatannya yaitu dengan memberi tanda slash (/) di belakang alamat IP lalu diikuti dengan variabel panjang prefiks. Pengalokasian host/IP yang bisa memakai subnet mask yang tidak sama, yang di dukung oleh routing protocol (RIPv2, OSPF, serta EIGRP) yang bisa memberi info subnet, hingga bisa menghemat beberapa alamat host/IP. 
  
Cara classless addressing (pengalamatan tanpa ada kelas) sekarang ini mulai banyak diaplikasikan, yaitu dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR). Arti lain yang dipakai untuk memanggil sisi IP address yang menunjuk satu jaringan dengan lebih khusus, dimaksud juga denganNetwork Prefix. Umumnya dalam menuliskan network prefix satu kelas IP Address dipakai sinyal garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang memberikan panjang network prefix ini dalam bit. 
Contoh Dasarnya: 192. 168. 0. 0/24
.
.

Berlangganan Artikel terbaru (free):

Post a Comment