Mengenal dan Mempelajari Komponen Arsitektur Platform Android

komputerdia.com - Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Android merupakan salah satu operating system smartphone yang bersifat Open Source, dan pada dasarnya berbasiskan Linux yang dibangun untuk berbagai jenis bentuk perangkat dan platform, dimana dengan sifat open source seperti itu sudah tentunya android dapat dikembangkan oleh siapa saja .

Selain mengenal android secara definisi, kita juga harus mengerti dan mengetahui beberapa komponen penyusun pada sistem operasi android. Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba menjelaskan beberapa komponen yang menjadi penyusun android.

Baca Juga :

Mengenal dan Mempelajari Komponen Arsitektur Android

Perlu kalian ketahui, bahwa saat ini terdapat beberapa komponen utama yang berjalan dan menjadi elemen penting didalam sistem operasi android , ketika saat kita menggunakan perangkat yang menggunakan OS Android. Komponen utama tersebut diantaranya adalah : 
  1. System Apps 
  2. Java API Framework 
  3. Linux Kernel 
  4. Hardware Abstraction
  5. Native C/C++Library
  6. Dll.
Dan dibawah ini merupakan gambar ilustrasi dari komponen - komponen utama tersebut :

Mengenal dan Mempelajari Komponen Arsitektur Android

Penjelasan Komponen Arsitektur Platform Android

1. Linux Kernel

Linux Kernel adalah bagian paling inti dari sistem operasi android jika dilihat dari segi fungsionalnya secra secara mendalam , pada perangkat Android akan menghandle semua jenis drivers ,agar komponen-komponen hardware yang ada pada perangkat Android, bisa berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya.


Sebagai contoh, Android Runtime (ART) yang memang bergantung pada kernel Linux untuk fungsionalitas dasar seperti threading dan manajemen memori tingkat rendah.
Menggunakan kernel Linux memungkinkan Android untuk memanfaatkan fitur keamanan inti dan memungkinkan produsen perangkat untuk mengembangkan driver perangkat keras untuk kernel yang cukup dikenal.


2. System Apps / Sistem Aplikasi

System Apps adalah Aplikasi yang Secara Default atau Built-in , sudah terinstall di berbagai perangkat Android. Sudah kita ketahui semuanya bahwa Android secara defaultnya telah dilengkapi dengan serangkaian aplikasi inti untuk menunjang kegiatan para penggunanya seperti 
  • Email
  • Perpesanan atau aplikasi SMS
  • Kalender
  • Browser atau Penjelajah Internet
  • Kontak
  • Panggilan, dll. 
dan aplikasi yang disertakan bersama platform tersebut, tidak memiliki status khusus pada aplikasi yang ingin dipasang pengguna. Jadi, contohnya seperti aplikasi pihak ketiga dapat dijadikan setelah utama untuk dijadikan default. Dalam hal ini bisa seperti browser, contact, pengolah pesan atau aplikasi default lainnya yang intinya bisa digantikan peranannya dengan aplikasi pihak ketiga dari para pengembang. 


3. Native C/C++Library

Native C/C++Library merupakan sebuah dukungan library yang dikhususkan bagi kalian yang menajdi developer, dimana fitur ini diseting menggunakan bahasa pemrograman C atau C++, guna ditujukan untuk mengembangkan Aplikasi Android. Terdapat berbagai macam library yang dapat kalian kembangkan , seperti WebKit ,OpennGL ES, Media Framework dan lain-lain.

Banyak komponen dan layanan sistem Android inti seperti ART dan HAL dibuat dari kode asli yang memerlukan pustaka asli yang tertulis dalam bahasa pemrograman C atau C++. Platform Android memungkinkan kerangka kerja Java API mengekspos fungsionalitas beberapa pustaka asli pada aplikasi. Misalnya, kalian dapat melakukan pengaksesan OpenGL ES melalui kerangka kerja Java OpenGL API Android guna menambahkan dukungan untuk menggambar dan memanipulasi fitur grafik 2D dan 3D pada aplikasi yang kalian buat.


4. JAVA API Framework

JAVA API Framework  merupakan suatu kumpulan library Java yang dapat kalian gunakan untuk melakukan pengembangan pada Aplikasi Android. Dalam membuat dan mengembangkan Aplikasi android, kalian juga harus memperhatikan tiga komponen utama, yakni View System ,Content Provider dan Managers

  • System View / Tampilan Sistem yang kaya dan luas serta bisa kalian gunakan untuk membuat UI aplikasi, termasuk daftar, kisi, kotak teks, tombol, dan bahkan browser web yang dapat disematkan
  • Pengelola Sumber Daya, memberikan akses ke sumber daya bukan kode seperti string yang dilokalkan, grafik, dan file layout.
  • Manager / Pengelola Aktivitas yang mengelola daur hidup aplikasi dan memberikan back-stack navigasi yang umum.
  • Content Provider / Penyedia Materi yang memungkinkan aplikasi mengakses data dari aplikasi lainnya, seperti aplikasi Kontak, atau untuk berbagi data milik sendiri
  • Pengelola Notifikasi yang mengaktifkan semua aplikasi guna menampilkan lansiran khusus pada bilah status.

5. Hardware Abstraction Layer (HAL)

Hardware Abstraction Layer (HAL) adalah komponen-komponen hardware pada perangkat Smartphone atau  gadget pada umumnya , seperti Audio ,Bluetooth ,Camera, Sensor , dan lain sebagainya.

Jika API kerangka bekerja untuk melakukan panggilan untuk mengakses perangkat keras, maka sistem Android akan memuat modul pustaka untuk komponen perangkat keras tersebut.


6. Android Runtime (ART)

Perlu kalian ketahui bahwa pada dasarnya android menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman utamany. Pada rangkaian kerjanya, Java akan mengcompile ke dalam bytecode, kemudian dieksekusi oleh Java Virtual Machine, yang tersedia di berbagai macam perangkat dan sistem operasi . 

Bytecode merupakan suatu hasil binary code (.class) dari instruksi code java (.java) yang telah dicompile ,dan hanya dapat dibaca oleh Java Virtual Machine ,yang kemudian dilanjutkan untuk digunakan oleh Sistem operasi seperti di Mac, Linux, dan Sistem operasi windows . Dibawah ini adalah ilustrasi gambar dari ART

Mengenal dan Mempelajari Komponen Arsitektur Platform Android




.
.

Berlangganan Artikel terbaru (free):

Post a Comment