Pengertian dan Pembagian Softaware Untuk Bitcoin - Komputerdia | Berbagi Tutorial

Pengertian dan Pembagian Softaware Untuk Bitcoin

.
.
komputerdia.com - Sebagaimana telah dijelaskan di artikel sebelumnya mengenai pengertian dari software bitcoin. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan pengertian serta pembagian dari masing-masing software (Perangkat Lunak) untuk menjalankan protokol bitcoin

Secara singkat software bitcoin merupakan software atau perangkat yang dirancang secara khusus untuk bisa berjalan didalam protokol bitcoin, Software bitcoin di versi awal dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto yang kemudian menghilang tanpa jejak. Sebelum berhenti mengembangkan software bitcoin, satoshi nakamoto telah menyerahkan semuanya kepada para pengembang software tersebut, yakni Gavin Andresen.

Baca Juga Artikel Sebelumnya

Pengertian dan Pembagian Softaware Untuk Bitcoin

Pembagian dan Penejelasan Software Bitcoin

A. Bitcoin Core

Software bitcoin di versi pertama ini (bitcoin core) dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto yang kemudian menghilang tanpa jejak. Sebelum berhenti mengembangkan software bitcoin, satoshi nakamoto telah menyerahkan semuanya kepada para pengembang software tersebut, yakni Gavin Andresen.

Gavin Andresen untuk pertama kalinya mengambil alih tugas kepemimpinan untuk mengembangkan software sebagai lead developer, yang dibantu oleh beberapa programmer yang tergabung dalam organisasi Bitcoin Foundation. Anggota tersebut diantaranya Gavin Andresen, Charlie Shrem, Mark Karpeles, Peter Vessenes, Roger Ver, dan Patrick Murck.

Gavin Andresen kemudian menjadi chieft scientist yang dipekerjakan oleh bitcoin foundation. Gavin mengundurkan diri dari posisinya sebagai lead developer bitcoin pada tanggal 7 april 2014 dan digantikan oleh Wladimir Van Der Laan (laanwj).


B. Bitcoin XT

Bitcoin XT yang digawangi oleh Mike Hearn mengusulkan peningkatan ukuran blok bitcoin sebesar 8 MB yang akan dilipatgandakan setiap 2 tahun. Proposal Bitcoin XT mengalami kegagalan dan tanggal jatuh tempo pada 11 januari 2016 terlewati dengan tidak adanya cukup dukungan dari para pemain bitcoin.

Setidaknya diperlukan dukungan dari 75% penambang untuk mengaktifkan bitcoin XT, namun pada kenyataannya hanya 10% saja yang bisa memberikan dukungan. Konon Bitcoin XT tidak banyak mendapatkan dukungan dari penambang asal China sehingga mengalami kegagalan.


C. Bitcoin Classic

Gavin Andresen yang mempunyai pandangan serupa dengan Mike Hearn menyusun ulang kembali kode bitcoin XT menjadi Bitcoin Classic (BC). Tidak seperti XT, Bitcoin Classic memilih untuk melakukan pendekatan yang sedikit lebih lembut dengan menawarkan ukuran blok sebesar 2 MB dibandingkan dengan XT yang mencapai 8 MB.

Meskipun BC mendapatkan dukungan dari beberapa pihak seperti Jeff Garzik, Roger Ver, Coinbase, Bitstamp, dan circle, namun penggunaan bitcoin classic yang sempat meninggal di awal 2016 kemudian secara signifikan merorot pada bulan maret 2016


D. Bitcoin Unlimited

Bitcoin Unlimited menawarkan alternatif solusi terkait skalabilitas bitcoin. Mirip seperti bitcoin TX dan Bitcoin Classic, Bitcoin unlimited berharap agar ukuran blok bitcoin ditingkatkan dari ukuran maksimum saat ini sebesar 1MB.

Namun pada saat itu, BU melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda, dimana Bitcoin Unlimited meletakkan konfigurasi ukuran blok sebagai variabel yang dapat diubah kapanpun jaringan bitcoin membutuhkan perubahan, perbedaan lainnya adalah ketiadaan figur programmer bitcoin yang populer.

Pengembangan software Bitcoin Unlimited dipimpin oleh Andrew Stone (TheZerg) dan pandangan teoritis terkait BU oleh Dr. Peter R. Rizun. BU sendiri diawali dari sebuah thread dalam forum bitcointalk dengan judul "Gold collapsing bitcoin up" yang dimulai pada tanggal 13 maret 2012. Selain mengangkat masalah tentang ukuran blok yang terlalu kecil, komunitas BU juga menyoroti sensor yang diterapkan oleh administrator bitcointalk dan r/bitcoin yakni Theymos untuk ide-ide yang dianggap bertentangan dengan bitcoin Core.

Lantas, BU mendapatkan dukungan dari Roger Ver yang merupakan salah seorang mantan anggota bitcoin foundation dan sangat getol mempromosikan bitcoin hingga sering dijuluki sebagai "Bitcoin Jesus". BU sempat mendapat dukungan hingga mencapai 764 node bitcoin yang menggunakan software BU, namun sebuah bug yang menyebabkan crash sehingga jumlah node yang menjalankan software BU terjun bebas ke angka 262.


E. Libbitcoin

Libbitcoin merupakan suatu library implementasi protocol bitcoin yang dikembankan oleh Amir Taaki yang juga dikenal dengan nama samaran Genjix. Libbitcoin merupakan implementasi  protocol bitcoin kedua yang pernah ada setelah bitcoin core. Libbitcoin dapat digunakan dalam berbagai bahasa pemrograman seperti C++, Java dan Phyton.

Libbitcoin awalnya digunakan didalam pengembangan Obelisk (server) dan SubvertX atau SX (Client). Kedua proyek ini telah dihentikan dan digantikan dengan proyek berikutnya yakni Bitcoin Node (BN), Bitcoin Server (BS) dan Bitcoin Explorer (BX).

Libbitcoin saat ini dimanfaatkan sebagai platform komunikasi dengan jaringan bitcoin oleh AirBitz, OpenBazzar, Darkwallet, serta beberapa lainnnya


F. Segregated Witness

Segwit atau Segregated Witnes merupakan upaya pengembang BC untuk meningkatkan kapasitas BC tanpa harus meningkatkan ukuran Blok. Jadi melalui segwit ini, ukuran blok tetap mempunyai ukuran 1MB namun jumlah transaksi yang dapat ditampung oleh blok tersebut dapat meningkat.

Segwit diusulkan oleh Dr. Peter Wuille yang bila diimplementasikan akan terjadi soft fork pada sistem bitcoin. Secara singkat, segwit merupakan suatu upaya untuk memisahkan bagian tanda tangan digital (Witness) dari data transaksi yang berada didalam blok, sehingga blok tersebut memiliki ruang yang cukup besar untuk menampung lebih banyak transaksi.

Meskipun telah dikenalkan sejak 2016, hingga kini segwit belum dapat diaktifkan karena belum mendapatkan persetujuan 95% suara dalam sistem bitcoin. Salah satu manfaat dari diaktifkannya segwit adalah menghilangkan masalah (Problem) transaction malleability yang masih menghantui transaksi bitcoin


G. Lightning Network

Lightning Network (jaringan kilat) merupakan suatu istilah yang diperkenalkan oleh Joseph Poon dan Thaddeus Dryja. Lightning network merupakan suatu istilah baru untuk saluran micropayment berbasis bitcoin yang mempunyai kecepatan transaksi didalam saluran-saluran yang terbentuk secepat kilat.

Konsep satu ini juga diharapkan bisa meningkatkan kapasitas jumlah transaksi bitcoin per detik, dengan menggunakan metode ini maka micropayment tidak sepenuhnya harus dikonfirmasi kedalam blockchain, namun hanya final micropayment lah yang dilakukan konfirmasi via blockchain.

Metode ini memanfaatkan tipe transaksi serupa dengan ACCT (Atomic Cross Chain Trading) yang terdiri atas 3 bagian penting yakni Hash-locked transaction, time-locked transaction dan 2-of-2 multisignature. Tipe transaksi yang digunakan dalam lightning network adalah P2SH, semua komponen  ini membentuk suatu transaksi yang mana didalam mode ini disebut dengan Hashed Timelock Contract (HTLC).

Hanya saja untuk dapat mengaktifkan mode yang satu ini dengan sempurna, dibutuhkan 1 tipe tanda tangan yakni Sighash-Noninput yaitu metode tanda tangan untuk me-redeem dana tanpa harus menentukan dana mana yang akan di redeem terlebih dahulu

Metode ini digunakan untuk menghindari persoalan Transaction malleability yang berada dalam sistem bitcoin. Oleh karena Lightning Network sangat peka terhadap Transaction malleability, maka mode ini sangat mendukung opsi segregated witness (segwit) dalam usaha skalabilitas bitcoin.


F. Pegged Sidechains

Interoperabilitas merupakan salah satyu peroblem didalam dunia cruptocurrency, tidak terkecuali dengan bitcoin. Namun proposal yang diajukan oleh Adam Back ini kemungkinan akan menjadi kunci bagaimana sistem yang berbeda-beda dapat saling berkomunikasi. Metode ini disebut dengan Pegged Sidechain.

Melalui metode inilah, token yang berada dialam blockchain dapat di transfer ke blockchain lainnya seperti dari bitcoin ke ethereum. Konsep dari pegged ini adalah dengan "mengunci" token yang akan dipindahkan selama beberapa waktu, yang dinamakan dengan istilah confirmation period untuk memastikan token benar-benar aman.

Setelah token itu benar-benar terkunci dan aman, maka blockchain tujuan akan menerbitkan token berdasarkan token yang telah dikunci tadi. Diperlukan beberapa saat sebelum token dapat digunakan, hal ini sering dinamakan dengan istilah Contest period untuk menghindari double spending.
.
.

Berlangganan Artikel terbaru (free):

Post a Comment