Penjelasan Desentralisasi Dunia Bitcoin - Komputerdia | Berbagi Tutorial

Penjelasan Desentralisasi Dunia Bitcoin

.
.
komputerdia.com - Secara garis besar desentralisasi dapat diartikan sebagai sebuah cara untuk mencapai satu tujuan dalam bernegara, khususnya dalam rangka memberikan pelayanan umum yang lebih baik dan menciptakan proses pengambilan keputusan publik yang lebih demokratis.

Tidak hanya dalam bernegara saja, desentralisasi ini memang mempunyai arti yang sangat luas, tergantung diman kita bisa menempatkan kata tersebut didalam sebuah kalimat. Didalam dunia bitcoin sendiri desentralisasi sangatlah diperlukan, dan untuk mencapai sistem yang benar-benar terdesentralisasi.

Mengenai hal ini, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam sistem bitcoin, diantaranya PoW, node bitcoin, jaringan, serta software Bitcoin

Baca Juga Artikel Lainnya :

Penjelasan Desentralisasi Dunia Bitcoin

Penjelasan Point Desentralisasi

A. Proof Of Work (PoW)

Proof of Work yang terdapat pada bitcoin digunakan untuk melindungi buku besar (Blockchain) dari perusahaan atau pihak-pihak yang tidak di inginkan.

Penjelasan Desentralisasi Dunia Bitcoin

Cara Kerja Proof Of Work Bitcoin

Perlu diketahui, bahwa seluruh informasi yang berada didalam calon blok dihitung dari nilai hash-nya. Nilai hash yang dihasilkan ini harus sudah memenuhi kriteria tingkat kesulitan (difficulty) yang telah ditentukan oleh sistem.

Apabila nilai hash tersebut tidak memenuhi kriteria, maka perhitungan akan diulang dengan melakukan perubahan nilai nonce (number once). Nonce merupakan nilai yang sebenarnya tidak memiliki nilai atau makna apapun, namun dengan sengaja ditambahkan kedalam blok agar bisa menghasilkan nilai hash sesuai dengan ketentuan


B. Node Bitcoin (BitNode)

Node Bitcoin merupakan sebuah komputer-komputer yang menjalankan aplikasi bitcoin core dan sudah terhubung dengan baik pada jaringan internet. Node bitcoin pada intinya mempunyai peranan untuk memelihara basis data blockchain atau UXTO. Selain itu juga Node bitcoin mempunyai peran yang sangat vital dalam sistem bitcoin, karena menyediakan salinan lengkap atas blockchain atau UXTO serta melayani permintaan informasi transaksi yang telah terekam didalam blockchain dan UXTO

Oleh karena ituselain memerlukan ruang harddisk serta RAM yang sangat besar, node bitcoin juga memrlukan sebuah koneksi internet yang sangat stabil. Node bitcoin tidak memperoleh bayaran atas jasa yang disediakan. Umunya penyedia node bitcoin adalah para pengembang, pedagang besar, maupun mereka yang peduli dengan keberlangsungan sistem bitcoin, semakin banyak node bitcoin maka semakin satbil pula sistem bitcoin yang dihasilkan

Penjelasan Desentralisasi Dunia Bitcoin

Node bitcoin akan membentuk jaringan Peer-to-Peer (P2P) bitcoin yang saling berkomunikasi untuk melakukan pertukaran informasi atas blockchain, UXTO serta transaksi-transaksi baru yang harus dilakukan konfirmasi kedalam blockchain.

Node bitcoin tersebut kemudian akan menyampaikan transaksi tersebut kepada para pengembang, agar para pengembang dapat memasukannya kedalam blok baru.
Dengan ketiadaan pengemdali pusat dalam sistem bitcoin, maka sistem tersebut dijalankan oleh node dengan mekanisme peer-to-peer. Terdapat dua (2) jenis node didalam sistem bitcoin yakni full node atau thin client.

  1. Full Node merupakan server yang menyimpan salinan lengkap basis data blockchain yang berisi transaksi bitcoin dari awal hingga akhir
  2. Thin Client merupakan pemanfaatan metode SPV (Simplified Payment Verification) yang hanya memiliki salinan Block Header tanpa menyimpan transaksi bitcoin secara keseluruhan

Kedua jenis node tersebut sama-sama dapat melakukan verifikasi transaksi, hanya saja thin client bergantung kepada node lain dalam menyediakan informasi transaksi, sebab jenis node ini tidak dapat melakukan verifikasi kebenaran seluruh transaksi karena tidak menyimpan informasi transaksi-transaksi yang terjadi didalam sistem bitcoin.

Sedangkan untuk Full Node, dimana seluruh transaksi dapat dilakukan verifikasi kebenarannya melalui informasi yang tersedia didalam salinan blockchain yang dimiliki. Hanya saja kekurangan full node ini diharuskan memiliki sumber daya yang lebih besar dibandingkan dengan thin client yang hanya memerlukan harddisk, RAM serta bandwith jaringan komputer

C. Jaringan Bitcoin

Terdapat dua (2) jaringan didalam sistem bitcoin yang memiliki cara kerja sistem yang sama, namun tidak saling berhubungan. Mainnet merupakan jaringabn utama dimana transaksi-transaksi bitcoin dilakukan. Smentara itu untuk Testnet merupakan sebuah jaringan yang dapat digunakan untuk uji coba. Saat ini keberadaan testnet telah memasuki versi ketiga yang disebut dnegan testnet3.

Sementara itu, perbedaan lain yang mencolok antara kedua jenis jaringan tersebut adalah awalan alamat bitcoin yang digunakan. Mainnet menggunakan awalan 1, sementara untuk testnet selalu menggunakan awalan 2 atau 3.

Selain itu, bitcoin didalam testnet3 (yang disebut test bitcoin atau TBTC) dapat diperoleh secara gratis dari berbagai faucet yang menyediakan, misalnya coin yang disediakan oleh situs coinfaucet.eu. Meskipun memiliki mekanisme yang sama dengan bitcoin, test bitcoin ini tidak disarankan untuk diperjualbelikan karena karena dapat dihapus setiap saat oleh komunitas bitcoin untuk digantikan dengan versi berikutnya.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa bitcoin pun memiliki jaringan lokal yang disebut dengan regtest (Regression Test Mode). Regtest merupakan fasilitas dalam bitcoin core, dimana pengembang dapat membuat jaringan regtest lokal mereka sendiri untuk mengujicoba sistem mereka tanpa suatu resiko merusak sistem jaringan utama mainnet, mauoun mengganggu jaringan testnet

D. Bitcoin Improvement Proposal (BIP)

BIP atau Bitcoin Improvement Proposal merupakan suatu dokumen desain untuk memperkenalkan fitur baru didalam sistem bitcoin. Dalam hal ini BIP diperlukan untuk mengkomunikasikan ide-ide dari para pakar Cryptocurrency mauoun pakar perangkat lunak untuk meningkatkan fitur, performa, serta perubahan yang diinginkan oleh komunitas.

BIP pertama kali diusulkan oleh Amir Taaki pada tanggal 19 agustus 2011 yang mana pada saat yang sama memperkenalkan BIP 0001 yang menjelaskan BIP. BIP memanfaatkan github untuk mengelola dokumen, sehingga semua perubahan dokumen dapat dilacak sekaligus fitur, dimana semua orang dapat berkontribusi melakukan perubahan serta perbaikan yang sudah ada dan untuk melakukan penambahan dokumen baru

Terdapat 3 jenis BIP yang dibagi berdasarkan tujuan atau karakteristiknya, yaitu :

  • Standards (Standar) yang terkait denga protokol jaringan, blok, validasi transaksi, serta apapun yang terkait dengan interoperabilitas.
  • Informational (Informatif) yang terkait dengan desain dan panduan sistem. BIP tipe ini tidak bertujuan untuk mengusulkan fitur baru dan tidak mewakili konsensus.
  • Process (Proses) yang terkait denngan proposal perubahan proses, mirip seperti BIP standar namun digunakan untuk semua yang ada diluar protokol bitcoin
Untuk mengetahui alur kerja dari BIP, silahkan kalian perhatikan gambar ilustrasi dibawah ini

Penjelasan Desentralisasi Dunia Bitcoin

Penjelasan Gambar :
Draft merupakan awal dari sebuah proses BIP, draft tersebut bisa diterima atau ditolak serta ditunda bahkan ditarik kembali. Jika sebuah draft mendapat persetujuan, maka draft tersebut akan dipisahkan kedalam sistem dan akan aktif.

Namun ada kalanya draft mendapat penolakan dan tidak pernah diaplikasikan kedalam sistem. BIP menunjukkan bahwa bitcoin menerapkan sistem terbuka, dimana siapapun yang memiliki kemampuan dapat berkontribusi.

BIP juga berarti bahwa meskipun terdapat sekelompok pengembang yang mengembangkan software bitcoin, namun penentuan akhir terdapat pada pengguna, sehingga sistem demokrasi tetap terjaga.

E. Software Bitcoin

Bitcoin dan Software merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sistem bitcoin sepenuhnya berjalan didalam perangkat lunak yang menjalankan suatu protokol dan mekanisme yang telah terstruktur.

Software bitcoin di versi awal dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto yang kemudian menghilang tanpa jejak. Sebelum berhenti mengembangkan software bitcoin, satoshi nakamoto telah menyerahkan semuanya kepada para pengembang software tersebut, yakni Gavin Andresen.

Gavin yang selanjutnya dibantu oleh beberapa programmer lain untuk mengembangkan Bitcoin core, selain bitcoin core terdapat juga perangkat lunak lainnya yang juga menjalankan protokol bitcoin. (Pembahasan akan di muat di artikel berikutnya tentang software bitcoin)
.
.

Berlangganan Artikel terbaru (free):

Post a Comment