Pengertian dan Penjelasan Tanda Tangan Digital / Digital Signature - Komputerdia | Berbagi Tutorial

Pengertian dan Penjelasan Tanda Tangan Digital / Digital Signature

.
.
komputerdia.com - Tanda tangan digital atau digital signature dapat diibaratkan seperti tanda tangan atas sebuah cek. Disaat seseorang ingin melakukan pencairan uang melalui cek, maka seseorang tersebut akan menuliskan nominal yang diinginkan dan akan membubuhkan tanda tangannya.

Kemudian bank akan melakukan verifikasi atas tanda tangan tersebut dan membandingkannya dengan tanda tangan pada saat orang tersebut membuka rekening giro. Apabila verifikasi berhasil, maka bank mencairkan uangnya , namun jika tanda tangan tersebut tidak berhasil diverifikasi, maka permintaan oencairan uangpun akan ditolak

Baca Juga Artikel Lainnya :

Pengertian dan Penjelasan Tanda Tangan Digital / Digital Signature Bitcoin

Penjelasan Digital Signature / Tanda Tangan Digital

Tanda tangan digital merupakan teknik kriftografi yang memanfaatkan PKC untuk memverifikasi identitas seseorang atas sebuah dokumen atau informamsi elektronik. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah dokumen tersebut dibuat oleh orang yang sah atau sebaliknya.

Pengertian dan Penjelasan Tanda Tangan Digital / Digital Signature

Tanda tangan digita berasumsi bahwa kunci privat yang digunakan untuk membuat tanda tangan digital hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan. Proses tanda tangan digitak terdiri atas dua bagian, yaitu proses penanda tangan (signing) dan proses verifikasi (verification).

Proses tanda tangan dimulai dari penyiapan dokumen elektronik, kemudian dokumen elektronik tersebut  akan dihitung nilai hashnya. Nilai hash tersebut selanjutnya akan di enkripsi menggunakan kunci privat yang dimiliki.

Hasil enkripsi inilah yang disebut dengan tanda tangan elektronik (digital signature). Tanda tangan elektronik yang ditempelkan pada dokumen elektronik tersebut selanjutnya akan dikirimkan kepada orang yang berkepentingan.

Proses verifikasi dimulai dari perolehan dokumen elektronik beserta tanda tangan elektroniknya. Kemudian, dokumen tersebut dihitung nilai hashnya, sementara itu tanda tangan elektronik akan dilakukan proses deskripsi menggunakan kunci publik milik pembuat dokumen.

Hasil deskripsi tersebut adalah nilai hash, kedua nilai hash ini kemudian akan dibandingkan, apabila nilainya sama maka tanda tangan elektronik tersebut bisa diterima atau sah.


Teknik Tanda Tangan Digital

A. ECDSA

Bitcoin memanfaatkan tanda tangan digital ECDSA (Elliptic Curve Digital Signature Algorithm) dengan spesifikasi secp256K. Tanda tangan elektronik ini digunakan untuk memastikan apakah pengguna merupakan pemilik sah atas uang yang berada didalam alamat bitcoin yang diklaim oleh pengguna tersebut.


B. Ring Signature

Ring Signature merupakan teknik kriptografi yang dikembangkan oleh Ronald Rivest, Adi Shamir, dan Yael Tauman ditahun 2001. Ring signature dapat digunakan untuk situasi misalnya ada seorang diantara board of directors (BOD) yang mengetahui adanya rahasia berupa kecurangan yang akan dilakukan oleh perusahaan.

Orang tersebut tersebut menginginkan agar rahasia tersebut agar dapat dibocorkan kepada publik dengan syarat tidak ingin ada orang yang tahu siapa identitas sang pembocor tersebut, tetapi ia ingin agar pembocoran rahasia ini diyakini berasal dari anggota BOD. Ring Signature memungkinkan sekenario ini terjadi

Dalam ring signature dibutuhkan beberapa kunci publik serta 1 kunci privat yang menjadi pasangan alah satu dari kunci publik tersebut. Meskipun membutuhkan beberapa kunci publik, namun yang benar-benar menandatangani adalah 1 diantaranya tersebut.

Ring signature tidak memungkinkan siapapun untuk membuktikan siapa pihak yang telah mebubuhkan tanda tangan, namun tetap yakin bahwa penanda tangananadalah salah satu diantara pemilik kunci publik tersebut.


C.RingCT

Confidential Transaction diperkenalkan oleh Gregory Maxwell dan berbasis Pedersen Commitment. Salah satu komponen penting dari RingCT adalah teknik kriptografi additively homomorphic commitments, yakni teknik kriptografi yang dapat melakukan operasi penambahan atas nilai-nilai yang terenkripsi tanpa harus terlebih dahulu melakukan deskripsi atas nilai yang dienkripsi.

Karakteristik homomorphic commitments ini dimiliki oleh blockchain yang menginplementasikan ECC (Elliptic Curve Criptography) seperti bitcoin atau kebanyakn Altcoin lainnya. Dalam ringTC, pengguna tidak perlu menghitung nilai dari token yang ditransaksikan (output), melainkan cukup memastikan bahwa nilai tersebut nonnegatid dan tidak melebihi nilai token asal (input)


.
.

Berlangganan Artikel terbaru (free):

Post a Comment